Selasa 20 April, Bali Bebas Zona Merah, Rentin : Astungkara

Selasa, 20 April 2021 20:05 WIB

Share
Selasa 20 April, Bali Bebas Zona Merah, Rentin : Astungkara

DENPASAR

Hanya berselang beberapa hari setelah viral berita bahwa Bali terbanyak zona merah covid-19 secara nasional, pada Selasa 20 April 2021 satgas Penanggulangan Covid-19 Bali mengumumkan data mengejutkan. Lima Kabupaten Kota di bali yang selama ini selalu zona merah, pada Selasa 20 April 2021, seluruh kabupaten kpta di Bali turun ke zona orange. Tak satu kabupaten punyang berstatus zona merah.

Data dan informasi ini disampaikan sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin Selasa (sore) 20 April 2021.

Menurut Rentin, kondisi ini diperkirakan terjadi sebagai konsekuensi dijalankannya dua strategi utama. Di Hulu ada penguatan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat untuk taat prokes, diimbangi dengan operasi yustisi (penegakan disiplin bahkan sanksi bagi pelanggar). Sementara di hilir ada optimalisasi treatment atau perawatan terutama di RS Rujukan, untuk terus bertambahny angka kesembuhan.

“Astungkara, membaik. Semua Zona orange, tidak ada zona merah hari ini. Zonasi ini diupdate setiap minggu oleh satgas nasional. Jadi rata-rata  kasus dalam 1 minggu, bisa membaik karena trend angka kesembuhan harian lebih tinggi dibandingkan angka positif harian, meskipun kasus positif harian akan terus terjadi. Mari berdamai dengan covid-19 menuju tatanan kehidupan Bali Era Baru. Masyarakat produktif tapi aman covid-19. Ayo semangat,’ ujar Rentin seraya menambahkan, bahwa kuncinya dua saja, vaksinasi, taat dan disiplin Prokes.

Dijelaskan pula bahwa pertambahan kasus pada Selasa 20 April 2021 terkonfirmasi sebanyak 207 orang (183 orang melalui Transmisi Lokal, 24 PPDN) Sembuh sebanyak 272 orang, dan 8 orang meninggal dunia. Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 43.289 orang, Sembuh 40.605 orang (93,80%), dan meninggal dunia 1.266 orang (2,92%). Kasus aktif per hari ini menjadi 1.418 orang (3,28%).

SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, Surat Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa (Anggara Pon, Warigadean), tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M :

  • Memakai Masker Standar dengan benar,
  • Menjaga Jarak,
  • Mencuci Tangan,
  • Mengurangi Bepergian,
  • Meningkatkan Imun, dan
  • Mentaati aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (*/Bil)
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar