Sakandal Korupsi Batu Cermin, Pemda Mabar Sempat Rapat Susun ‘Skenario’ Hilangkan Unsur Kerugian Negara

Minggu, 22 Agustus 2021 13:00 WIB

Share
Sakandal Korupsi Batu Cermin, Pemda Mabar Sempat Rapat Susun ‘Skenario’ Hilangkan Unsur Kerugian Negara
Kabag Hukum Pemda Mabar, Hilarius Madin (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO Poskota Bali.co.id

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) secara diam-diam sempat menggelar rapat tertutup menyusun ‘skenario’ menghilangkan unsur kerugian negara dalam kasus pengelolaan asset tanah Pemda Mabar di Batu Cermin.

Rapat tersebut menghadirkan tujuh orang yang masuk dalam daftar penerima ganti rugi perluasan bandara sebagaimana yang tertuang didalam SK tahun 2012 dan SK perubahan tahun 2015.

SK tersebut diteribat oleh mantan Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula terkait tanah pengganti tanah masyarakat.

Rapat itu digelar sekitar bulan Mei tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Sekda Manggarai Barat, Hans  Sodos pada, Jumat 20 Agustus 2021 di Labuan Bajo.

Dia menjelaskan bahwa rapat tersebut untuk meminta tujuh orang anggota masyarakat yang mendapat ganti rugi dan meminta mereka mengembalikan uang ganti rugi tanah bandara yang sudah terlanjur masuk ke rekening masing-masing. Uang tersebut dikembalikan kepada negara.

Dengan demikian kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah bandara di Batu Cermin selua 3, 3 Ha dinyatakan tidak ada kerugian negara.

Secara terpisah pada hari yang sama, Kepala Bagian (Kabag) hukum Pemda Mabar, Hilarius Madin membenarkan soal rapat tersebut.

Menurut dia, rapat tersebut diinisiasi oleh Pemda Mabar setelah ada rapat dengan Forkopimda Mabar yang membahas soal kasus tanah bandara.

"Salah satu poinnya kita bahas tanah bandara. Pak Kejari (Mabar, Bambang Dwi Murcolono) sampaikan kalau benar-benar ada tanah masyarakat yang digunakan untuk kepentingan umum maka hak asasi masyarakat harus tetap diakui. Tetapi kalau ada indikasi kerugian negara yang ditimbulkan yang pertama masyarakat harus siap untuk mengembalikan kerugian negara," ujarnya.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar