Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Aset Tanah Batu Cermin
Senin, 7 Februari 2022 23:18 WIB
Share
Salah seorang tersangka korupsi asset tanah Pemkab Manggarai Barat memasuki mobil tahanan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat di labuan Bajo. (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO, Bali.poskota.co.id –

Kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah milik Pemerintah Daerah Manggarai Barat (Pemda Mabar) seluas 3,3 Ha yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mendapat titik terang. Kejaksaan Negeri Manggarai Barat telah menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Adalah mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla yang akhirnya kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

Mantan Bupati Manggarai Barat dua periode ini ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 07 February 2021 oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasi Penkum Kejati) Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim pada Senin, 07 February 2022 saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Ia menjelaskan bahwa selain Gusti Dulla, Kejari Mabar juga menetapkan Ambrosius Syukur (AS) dan Ramling sebagai tersangka dalam kasus ini.

Untuk tersangka Ambrosius Syukur dan Agustinus Ch Dulla ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) tindak pidana korupsi (Tipikor) Kupang karena keduanya memang sedang menjalani hukuman di Kupang atas kasus sebelumnya.

Sementara, Ramling ditahan di Labuan Bajo. "Benar bang karena duanya (AS dan ACD) sudah sedang menjalani (hukuman) di Kupang ya ditetapkan di Kupang dan sudah ditahan. Yang satunya di Mabar dan ditahan di Mabar," ujarnya.

Pada Senin, 07 February 2022 sekitar pukul 17.00 Wita Kejaksaan Negeri Manggarai Barat (Kejari Mabar) menggelar Konfrensi Perss penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah milik Pemerintah Daerah Manggarai Barat (Pemda Mabar) seluas 3,3 Ha yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Kejari Mabar, Bamba Dwi Murcolono menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini yakni AS, ACD, dan R. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejari Mabar mengantongi dua alat bukti yang sah yang menerangkan dugaan perbuatan melawan hukum  yakni berupa uang seniali 1,2 miliar dan 19 bidang tanah.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Berita Terpopuler