KPH Manggarai Barat Akui Hutan Bowosie Sudah Dirambah Sejak 1998

Kamis, 28 April 2022 20:14 WIB

Share
KPH Manggarai Barat Akui Hutan Bowosie Sudah Dirambah Sejak 1998
Hutan Bowosie (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO, Bali.poskota.co.id

Fakta-fakta tentang carut marut permasalahan hutan Bowosie yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur mulai terkuak. Penolakan sekelompok masyarakat yang menamakan diri Kesatuan Masyarakat Racang Buka (KMRB) terhadap pembangunan pemanfaatan lahan hutan Bowosie oleh pemerintah pusat melalui BPOLBF semakin tidak kuat karena tidak sesuai data dan dokumen legal dalam menguasai lahan negara.

Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Nali, menegaskan, kegiatan perambahan pada Kawasan Hutan Nggorang Bowosie sudah dilakukan warga sejak tahun 1998.

Sesuai data Dinas Kehutanan Kabupaten Manggarai saat itu, kegiatan perambahan mulanya dilakukan pada area hutan yang saat ini tepat berada di depan SPBU Wardun.

“Memang perambahan yang ada sudah dilakukan sejak tahun 1998, di depan SPBU Wardun dengan jumlah perambah 53 orang, itu sesuai data Dinas Kehutanan Kabupaten Manggarai saat itu.” Ucap Stef saat diwawancarai di ruang kerjanya, selasa (26/04/2022)

Nali menjelaskan status hukum Kawasan Hutan Nggorang Bowosie (RTK 108) sebagai lahan negara sebelumnya sudah tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan dengan nomor 89/Kts-II/1983 tertanggal 2 desember tahun 1983. SK ini memuat ketentuan terkait Penunjukan Areal Hutan di Wilayah Provinsi Dati I Nusa Tenggara Timur seluas ± 1.667.962 Ha sebagai Kawawan Hutan yang didalamnya termsuk kawasan hutan Nggorang Bowosie.

“Terkait status kawasan hutan nggorang bowosie RTK 108 itu sudah ditetapkan sejak tahun 1983, melalui SK Menteri Kehutanan nomor 89 tahun 1983. Sejak SK itu dikeluarkan untuk Kawasan Hutan (KH) Mggorang Bowosie, dari tahun 93 - 97 dilakukan penataan batas bersamaan dengan wilayah ulayat boleng , pacar, sebagian macang pacar dan mbeliling. Dan itu sudah selesai semua, dimana untuk total luas KH Nggorang Bowosie itu 20.984,48 Ha dengan total pilar 2.995 buah” jelasnya

Dalam berita acara tata batas antara lahan masyarakat dengan kawsan hutan, Ia menyebutkan bahwa kawasan hutan ditandai dengan penanaman pilar dimulai dari sebelah toko Roti Theresa hinggah area depan kantor PU Kabupaten Mabar.

“Pilarnya sampai diatas toko roti menyusuri jalan sampai depan kantor PU naik keatas dan dibelakang pemukiman kaper, sebelah kiri jalan itu kehutanan dan kanan masyarakat. Rumah warga yang di depan spbu wardun itu masuk kawasan hutan.” sebutnya.

Mengetahui adanya warga yang melakukan perambahan pada kawasan hutan ini pada tanggal 22 Desember 1998, Camat Komodo mengeluarkan surat dengan nomor 054.4/670/XII/1998 yang kemudian dilanjutkan dengan surat Kepala Desa Persiapan Gorontalo dengan nomoro Pem.054.4/01/XII/1998 tanggal 23 Desember 1998 perihal larangan untuk membagi lahan dan menebas Hutan Tutupan Negara kepada saudara Ibrahim A. hanta dan kawan-kawan.

Halaman
1 2 3 4
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler