Jumlah Pasien Positif Kembali ke Satu Digit, Satgas Provinsi Bali Ingatkan Ini

Jumat, 29 April 2022 18:11 WIB

Share
Jumlah Pasien Positif Kembali ke Satu Digit, Satgas Provinsi Bali Ingatkan Ini
Sekretaris Percepatan Penanggulangan Pandemi Covid-19 Bali, I Made Rentin (FOTO/Ist)

DENPASAR, Bali.poskota.co.id -

Bertepatan dengan hari pertama libur Bersama Idul Fitri 2022, Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali merilis perkembangan pandemic covid-19 di Bali. Pada Jumat 29 April 2022, jumlah pasien positif covid-19 kembali ke angka satu digit, tepatnya, 6 orang pasien positif, 58 orang pasien sembuh dan nihil pasien meninggal.

Terkait perkembangan ini, Sekretaris Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin mengungkapkan menurunnya angka pasien positif ini merupakan fenomena yang sepatutnya diapresiasi seluruh masyarakat Bali.

Sebab kata dia, turunnya angka pasien positif tersebut tak lain merupakan hasil kerjasama seluruh masyarakat Bali, yang sebahagian besar telah menyadari pentingnya penerapan prokes dan tingginya kesadaran untuk menjalani vaksin boster.

‘Satgas harus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, ini capaian kita bersama, masyarakat patuh protokol kesehatan dan makin sadar untuk lakukan vaksinasi, sehingga makin kuat herd immunity,’ ujar pria yang juga Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah Bali ini.

Rentin sangat senang dengan capaian ini, sebagai indikator ketaatan masyarakat Bali dalam menerapkan prokes, cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Capaian ini juga menjadi alat ukur tingkat kesadaran masyarakat Bali menerima vaksin.

“Satgas mengimbau, mari sama-sama kita jaga trend baik ini, semua pihak tetap taat prokes dan optimalkan vaksinasi, terutama vaksin boster,’ ujarnya.

Dikatakan, kembali ke angka satu digit, yaitu hanya 6 orang kasus baru hari ini, dan hampir 10 kali lipat angka kesembuhan, serta zero meninggal dunia adalah perkembangan yang patut diapresiasi dan menyenangkan.

“Satgas tetap konsisten lakukan pengawasan, baik di pintu masuk Bali, area publik, dan objek wisata. Hal ini dilakukan berangkat dari pengalaman yang pernah terjadi pada beberapa kali libur panjang, di tempat-tempat tersebut terjadi kerumunan yang tentu berpotensi terjadi penularan,’ ujar Rentin.

Terkait libur panjang cuti Bersama yang memakan waktu sepuluh hari, dimana selalu dimungkinkan terjadinya peningkatan kembali jumlah pasien positif atau yang disebut kasus baru, Rentin yang juga menjabat Ketua Perpani Bali ini, tidak ingin mengumbar janji.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler