Muhamad Syair Angkat Bicara Soal Tanah Puncak Pramuka Hingga Menyebut Marilena Vlataki Caplok Lahan Pemda

Kamis, 5 Mei 2022 22:06 WIB

Share
Muhamad Syair Angkat Bicara Soal Tanah Puncak Pramuka Hingga Menyebut Marilena Vlataki Caplok Lahan Pemda
Ahli waris keturunan Hakum Mustafa, Muhamad Syair. (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO, bali.poskota.co.id –

Ahli waris keturunan Hakum Mustafa, Muhamad Syair akhirnya angkat bicara soal kepemilikan tanah milik Yulius Leo di Bukit Raja atau sekarang disebut Puncak Pramuka yang berlokasi di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores-NTT.

Kepada bali.poskota.co.id, Muhamad Syair mengaku tidak bisa memastikan dari mana asal mula kepemilikan tanah milik Yulius Leo di Puncak Pramuka. Hal itu disampaikan Syair saat ditemui di Labuan Bajo pada Senin, 25 April 2021.

Meski demikian, Syair memastikan jika Yulius Leo sudah lema tinggal dan menetap di Gang Perikanan tempat ia tinggal sekarang.

Cucu dari Hakum Mustafa ini menjelaskan bahwa dirinya pernah melihat surat dalam bentuk berkas yang merupakan berkas permohonan penerbitan sertifikat atas tanah milik Yulius Leo di Puncak Pramuka saat ayah tirinya Busra Jafar menjabat sebagai Kaur di Desa Gorontalo. Surat yang pernah ia lihat tersebut merupakan hasil foto copy.

"Sepintas lalu saya pernah melihat surat apakah ada asli atau tidak tapi saya melihat dalam bentuk foto copy dan sudah hadi berkas jadi satukan itu kalau saya tidak salah berkas permohonan penerbitan sertifikat ke BPN dijilid jadi satu," ujarnya.

Hanya saja ia tidak bisa mastikan apakah betul bahwa  surat atau berkas tersebut milik Yulius Leo ataukah bukan.

Berdasarkan ingatannya jika Yulius Leo mendapat tanah tersebut dari Kakeknya Almarum Hakum Mustafa.

"Tapi saya tidak ingat betul apakah ke Bapaknya (memberikan tanah tersebut) Yulius Leo ataukah ke Yulius Leo. Tapi kayaknya ke Yulius Leo langsung. Tapi memang Yulius Leo sudah lama menetap di sana," ujarnya.

Pernyataan Muhamad Syair berbeda dengan apa yang pernah disampaikan oleh Yulius Leo sebelumnya. Yulius Leo pernah menjelaskan jika dirinya menguasai lahan tersebut bukan berdasarkan penyerahan dari Dalu tetapi hanya berdasarkan garapan.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler