Wanita 19 Tahun Diculik di Tabanan, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Disumpal

Kamis, 5 Mei 2022 21:45 WIB

Share
Wanita 19 Tahun Diculik di Tabanan, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Disumpal
Wanita bernama DAT, 19,ditemukan dalam kondisi terikat dan mulut dibekap di kawasan Beji Puseh, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan

TABANAN, Bali.postkota.co.id-

Seorang wanita bernama DAT, 19,ditemukan dalam kondisi terikat dan mulut dibekap di kawasan  Beji Puseh, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Senin 2-5-2022 sore.

Wanita asal Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, diduga hendak diperkosa oleh tiga orang pelaku, sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi tak berdaya di tegalan kawasan beji yang biasa digunakan melasti atau nunas tirta tersebut.  

Informasi yang dihimpun poskota bali, peristiwa ini terjadi Sabtu 30-4-2022 sekitar pukul 18.00 Wita. Awalnya korban di banjarnya sendiri hendak mencari buah pepaya untuk dijadikan sayur. Kemudian datang pelaku yang disebut Gede Amo bersama dua rekannya membekap korban lalu dinaikkan ke dalam mobil.

Korban disumpal mulutnya menggunakan kain putih, tangan diikat menggunakan tali rapia, dan kaki diikat dengan tali sapi. Dalam keadaan seperti itu korban DAT dibawa ke lokasi sebelah Taman Ayun Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Di lokasi itu disebutkan korban kemudian dipaksa melakukan hubungan badan. Korban DPA pun menolak dan melakukan perlawanan hanya saja korban mengalami penganiayaan dipukul menggunakan botol bir dan dicekik. Karena pelaku sudah capek merayu korban, akhirnya korban DPA diturunkan di kawasan Beji Puseh, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri seorang diri selama sehari tanpa diketahui siapapun.

Akhirnya Senin 2 Mei 2022, ada warga yang menemukan korban dalam keadaan terikat dan langsung menghubungi keluarganya. Dengan kejadian tersebut keluarga melapor ke Polsek Kediri.

Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Ardika mengkonfirmasi kejadian tersebut. Pelaku yang disebut Gede Amo dan dua rekannya masih dalam pengejaran. "Benar kejadian itu, pelaku masih lidik, korban juga belum di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) masih perawatan di RS Nyitdah," jelasnya.

Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman peristiwa karena masih harus melakukan penerimaan secara menyeluruh belum bisa menentukan motif. Untuk sementara kejadian baru kelihatan hendak diperkosa dan penganiayaan. "Jadi motif belum jelas, masih lidik, korban juga masih shock," tandas Kompol Ardika. (/*Chy)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler