Terkait Ayah Gauli Anak kandung di Manggarai, Ini Kata Bupati Heri Nabit

Jumat, 10 Juni 2022 19:12 WIB

Share
Terkait Ayah Gauli Anak kandung di Manggarai, Ini Kata Bupati Heri Nabit
Bupati Manggarai, Heribertus Nabit. (Foto/Ist)

RUTENG,Bali.poskota.co.id -

Kasus penodaan terhadap seorang anak perempuan oleh ayah kandungnya yang terjadi di Kecamatan langke Rembong Kabupaten Manggarai, NTT beberapa hari lalu, mendapat tanggapan serius Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit SE MA.

Sang Bupati mengecam keras kejadian tersebut. Menurutnya, mengasuh anak tidaklah hanya soal memberikan anak makan 3-5 kali sehari, berikut memenuhi kebutuhannya seperti pakaian, dan sekolah. Lebih dari itu, kenyamanan dalam tumbuh kembang anak perlu mendapat perhatian.

Apa yang dikatakannya itu semua bermuara pada pola asuh atau cara masing-masing rumah tangga mendidik, membina, dan mengelola keluarga.

“Kita dikejutkan dengan kejadian pelecehan seksual yang terjadi, ketika seorang ayah justru menodai anak kandungnya. Untuk kita manusia yang normal sebenarnya itu tidak patut terjadi, tetapi itulah yang terjadi dan persis di depan mata kita. Semua punya alasan, tetapi itu tidak cukup menyembuhkan luka yang sudah terjadi,” jelas Bupati Hery di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Kamis (9/6/2022).

Sebab itu, Bupati Hery mengajak semua pihak untuk selalu menjaga keluarga kita masing-masing. Menjaga lahir batin, kehormatannya, tidak cukup hanya bicara kesejahteraan.

“Kita boleh kasih makan anak 3 sampai 5 kali sehari, tetapi jika kemudian ancaman itu justru datang dari orang yang paling dekat dengan kita, maka saya kira semua tidak ada gunanya atau sia-sia,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Hery mengungkapkan pola asuh anak laki-laki dan perempuan sama, anak-anak harus dijaga keselamatannya.

“Kita semua harus membicarakan hal ini secara terus menerus. Untuk menjaga keselamatan anak-anak kita baik laki-laki maupun perempuan,” tambahnya.

Bupati Hery juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Manggarai yang telah bergerak cepat dalam menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak pada beberapa waktu lalu, sehingga tidak menimbulkan keresahan dan dalam penanganannya sudah sesuai dengan harapan masyarakat.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar