Serangkaian PKB 2022, Pemprov Bali Gelar Bali World Culture Celebration

Sabtu, 11 Juni 2022 12:25 WIB

Share
Serangkaian PKB 2022, Pemprov Bali Gelar Bali World Culture Celebration
Pawai pembukaan PKB tahun 2020 silam. (Foto/Ist)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id -

Serangkaian penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV tahun 2022, Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan juga menggelar Perayaan Kebudayaan Dunia atau Bali World Culture Celebration (BWCC).

Perayaan Kebudayaan Dunia yang digelar untuk pertama kalinya tersebut akan berlangsung pada 14-25 Juni 2022 secara luring di Taman Budaya Denpasar dan daring.

Kadisbud Bali, I Gede Arya Sugiartha mengungkapkan perhelatan BWCC ini merupakan apresiasi pada kebudayaan dunia yang bertujuan mewujudkan Bali sebagai Pusat Kebudayaan Dunia (Bali Padma Bhuana).

Memaknai tema utama Pesta Kesenian Bali XLIV Tahun 2022 'Danu Kerthi Huluning Amreta' (Memuliakan Air Sumber Kehidupan), BWCC mengetengahkan tajuk Danu Kerthi: Resilience and Harmony (Kebertahanan dan Harmoni).

Bertujuan memperkuat posisi strategis kesenian dan kebudayaan Bali yang turut mewarnai dan membangun nilai-nilai kesatuan, harmoni, dan perdamaian (unity, harmony, and peace) antarbangsa di dunia melalui pemanggungan dan presentasi beragam genre pertunjukan.

Diharapkan pula dapat mendorong terbangunnya konektivitas dan ruang kolaborasi sesama seniman dan pegiat kreatif lintas negara.

"Kehadiran BWCC sebagai bagian agenda PKB seperti program seni lainnya, diharapkan dapat membuka jejaring (network) bagi pemanggungan dan presentasi kesenian Bali pada masa mendatang di berbagai negara. Dengan demikian, turut mendukung berkembangnya orange economy Bali, yakni pariwisata budaya berkualitas seiring peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik," ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, dalam konferensi pers persiapan PKB ke-44 di Kantor Disbud Bali Jalan Ir H Juanda Nomor 1 Niti Mandala Denpasar, Jumat (10/6).

Adapun kurator pada BWCC ini adalah Prof Dr I Made Bandem MA, Franki Raden PhD, dan I Nyoman Windha SSKar MA.

Kurator Prof Dr Made Bandem menyampaikan terdapat 20 sekaa/komunitas/penampil dari Bali/Indonesia serta mancanegara yang berpartisipasi dalam BWCC ini. Antara lain berasal dari Amerika, Belanda, Belgia, China, Jepang, Prancis, Spanyol dan Taiwan.

Akan tampil di penghujung acara BWCC ini, pertunjukan 'Bee Dance, kolaborasi koreografer Andhika Annisa (Indonesia) dan Kareth Schaffer (Jerman), pada 25 Juni 2022 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar.

Selain pergelaran, diadakan pula tiga seri Dialog Budaya dengan pembicara terpilih bereputasi  internasional, mengetengahkan tema 'Water as Source of Innovation and Creation of Performing Arts', Contemporary Balinese Gamelan', dan 'Balinese Gamelan on Global Stage'.

Beberapa narasumber yang akan berbagi pandangan dan pengalamannya seturut tiga tematik tersebut, di antaranya Prof Dr Made Mantle Hood (Taiwan), Prof Dr Wayan Rai S (Indonesia), Prof Dr Jody Diamond (USA), Prof Dr Wayan Dibia (Indonesia), Prof Dr Made Bandem (Indonesia), dan Wayan Gde Yudane (New Zealand).

Prof Dr Made Bandem mengungkapkan, hingga belakangan ini tercatat setidaknya ada 500 perangkat gamelan Bali di Amerika Serikat, serta lebih dari 100 lainnya tersebar di Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Australia, berikut kawasan Asia Tenggara.

“Berdasarkan sejumlah peristiwa penting yang menjadi tonggak dan catatan kehadiran gamelan Bali di panggung dunia, dapatlah dinyatakan bahwa warisan budaya adiluhung kita itu terbukti berkontribusi menegaskan posisi strategis Indonesia dalam dinamika kemajuan peradaban dunia,“ tutur Prof Bandem.

Menimbang tonggak-tonggak pencapaian Gamelan Nusantara, berikut sumbangsihnya dalam mewarnai dinamika peradaban dunia, UNESCO menetapkan Gamelan Nusantara sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda pada 15 Desember 2021 di Paris, Prancis.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar