Masyarakat Perlu Pahami Ciri-ciri TV Digital, Ini Penjelasan KPI Bali

Kamis, 16 Juni 2022 11:18 WIB

Share
Masyarakat Perlu Pahami Ciri-ciri TV Digital, Ini Penjelasan KPI Bali
Wakil Ketua KPI Bali, IB Ketut Ludra. (FOTO/Ist)

DENPASAR,bali.poskota.co.id -

Migrasi televisi, dari Televisi analog ke Televisi digital merupakan salah satu program unggulan pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pemerintah Indonesia menargetkan program migrasi Televisi ini selesai selambat-lambatnya November 2022. Saat itu seluruh siaran analog akan segera dihapus dan digantikan dengan siaran digital.

Hingga kini, pemerintah terus mengkampanyekan program ini melalui berbagai media. Kampanye ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berbagai manfaat program migrasi Televisi digital, sekaligus mengajak masyarakat untuk segera mengganti siaran TV yang disarankan.

Terkait migrasi Televisi ini di Bali, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Provinsi Bali, Ida Bagus Ketut Ludra mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dan mendorong Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali untuk terus bersosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya, terutama manfaat televisi digital.

‘Ini ranah Dinas Kominfos. Kami di KPI lebih pada konten-konten siaran televisi. Nah, urusan migrasi ini kan urusan platform, urusan sarana. Ya masuk dalam kewenangan Dinas Kominfos, walaupun KPI juga turut membantu melakukan sosialisasi,’ ujar Ludra.

Dikatakan, ciri-ciri utama TV digital adalah mempunyai desain bentuk yang ramping dan tipis dengan layar yang cukup lebar. Beda dengan televisi jaman dahulu yang yang tempak besar dan gendut yang sering disebut televisi tabung. TV digital kata Ludra, memiliki layar tipis dengan teknologi layar Liquid-Crystal Display (LCD) atau Light-Emitting Diode (LED).

Diakuinya, tidak semua TV dengan type ramping berkemampuan digital. TV yang berkemampuan digital harus mempunyai fitur pencarian siaran digital.  Dengan begitu, orang bisa mencari beberapa channel siaran digital dan dapat menyaksikannya dengan tampilan gambar yang lebih jelas dan jernih.

‘Nah inilah yang sangat perlu dijelaskan kepada masyarakat, perlu disosialisasikan dan diedukasi. Nanti tau-tau orang salah beli, dikiranya asal bentuknya ramping ya sudah TV digital. Apalagi untuk masyarakat pedalaman,’ papar Ludra.

Oleh karena itu, Ludra menekankan pentingnya ketelitian dalam memperhatikan spesifikasi produk TV yang akan dibeli oleh masyarakat. Sebab, TV LED dan LCD biasa, biasanya tidak mendukung kemampuan ini. Maka jika sudah memiliki TV LED atau LCD yang mampu menangkap siaran analog maupun digital, tinggal mencari alat pendukung lain yang dapat menghubungkan ke berbagai siaran digital.

‘Tidak sulit kok. TV yang digunakan untuk memantau program-program atau siaran televisi di kantor KPI Bali, lengkap. Kita punya TV tabung, juga punya TV digital. Untuk TV tabung, agar bisa menangkap siaran TV digital perlu perangkat tambahan Namanya set top box,’ kata Ludra.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar