Sidang Kasus Korupsi Aset Tanah Bandara Komodo, Kabag Keungan Sempat Nangis Disindir Gusti Dula

Jumat, 17 Juni 2022 14:17 WIB

Share
Sidang Kasus Korupsi Aset Tanah Bandara Komodo, Kabag Keungan Sempat Nangis Disindir Gusti Dula
Dua orang saksi yang sedang didengar keterangannya dalam gelar sidang di PN Tipikor Kupang. (FOTO/Ist)

LABUAN BAJO, bali.poskota.co.id –

Sidang Kasus dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemda Mabar yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores-NTT terus bergulir di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi di Kupang. Hingga hari ini sudah ada puluhan saksi yang sudah disidangkan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Abdul Hakim menjelaskan bahwa pada Kamis, 16 Juni 2022 ada saksi yang ikut sidang sebagai saksi yakni Abidin (pembeli tanah), Fauzan (pembeli tanah), dan Abdullah Nur (terpidana keranga dan mantan camat Komodo/PPATK), dan Marthen Ndeo (terpidana keranga dan mantan Kepala BPN 2013).

Abdul Hakim juga menjelaskan bahwa selain empat saksi ini yang sudah disidangkan, ada beberapa saksi lain yang sudah disidangkan sebelumnya yakni, sidang saksi tanggal 13 Mei 2022 ada Salvador Pinto dan Florianus Ryan Gampar. Sementara pada agenda sidang saksi tanggal 30 Mei 2022 ada Marselinus Bandur.

Kemudian, kata dia, agenda sidang tanggal 17 Mei 2022 ada Fauji (pegawai bandara), Sarifudin Husen (pembeli tanah), Mbon Rofinus (sekda  2011), dan Sumarlin (pembeli tanah).

Sementara itu, sumber lain dilingkungan PN pada saat agenda sidang saksi tanggal 13 Mei 2022 menjelaskan bahwa Salvador Pinto sempat mengeluarkan air mata setelah mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula menyahut keterangan Salvador Pinto saat sidang berlangsung.

"Saat itu pak kepala keuangan Manggarai Barat menangis. Karena Pak Gusti bantah dia punya pernyataan yang mengatakan bahwa pak Bupati pada saat itu salah mengambil keputusan. Pak Gusti jawab waktu itu bahwa terimakasih pak Pinto karena Anda telah mengatakan bahwa saya telah mengambil keputusan. Selama 4 tahun kita bersama saya belum pernah mendengar Anda mengatakan bahwa saya salah mengambil keputusan. Tetapi hari ini saya baru dengar bahwa Anda mengatakan bahwa saya telah mengambil keputusan yang salah. Tidak apa apa saya siap dipenjara dan terimakasih," ujar sumber rahasia mengutip pernyataan Gusti Dula terpidana kasus tanah Keranga.

Sementara itu, kuasa hukum Ramling, Aldri Dalton Ndolush menjelaskan bahwa kasus ini nanti menarik karena bisa mengungkap fakta lain dipersidangan. Hal ini disampaikan Aldi Ndolu karena hingga saat ini belum bisa diungkap siapa saja pemilik kapling tanah nomor 15 dan 16 yang misteri.

Isu soal adanya aliran dana kebeberapa tangan pejabat di Manggarai Barat semakin santer. "Itu yang menarik nanti. Siapa pemilik kapling 15 dan 16?. Dan semuanya akan terbuka dipersidangan. Ini akan menjadi fakta baru dipersidangan," ujarnya saat ditemui di Labuan Bajo pada, Kamis, 16 Juni 2022. (*/Rio)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar