Menkominfo Johnny G Plate Ingatkan Akurasi Data Penerima Set Top Box dalam Rangka Pelaksanaan ASO

Senin, 20 Juni 2022 10:02 WIB

Share
Menkominfo Johnny G Plate Ingatkan Akurasi Data Penerima Set Top Box dalam Rangka Pelaksanaan ASO
Menetri Komunikasi dan Informasi, Johny Plate (FOTO/Ist)

JAKARTA,Bali.poskota.co.id -

Program Analogh Switch Off (ASO) atau penghentian siaran televisi analog menuju siaran televisi digital di Indonesia segera memasuki tahap kedua.

Sesuai jadwal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, pelaksanaan ASO tahap kedua dilaksanakan pada 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga 2 November 2022.

Demikian diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam keterangan resmi kepada Media pada Kamis (16/6/2022). Pada kesempatan tersebut, Menteri Johnny mengingatkan agar semua pihak yang berkepentingan dalam akselerasi pelaksanaan ASO terus memaksimalkan koordinasi antarpihak sesuai amanat perundangan.

Menkominfo juga menegaskan agar akurasi data penerima bantuan Set Top Box (STB) benar-benar menjadi perhatian utama semua pihak berkepentingan.

Dalam regulasi tentang pemberlakuan ASO, Dinas Kominfo Provinsi maupun kabupaten Kota seluruh Indonesia terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial di masing-masing daerah untuk menyiapkan dan memastikan akurasi data yang dimaksud.

“Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Kementerian Dalam Negeri dan kepala daerah tidak bisa dipisahkan. Hal ini menjadi penentu perdecepatan pelaksanaan ASO,” ungkap Johnny dalam keterangan resmi, Kamis (16/6/2022).

Sebagaimana diketahui, Set Top Box (STB) adalah perangkat yang digunakan sebagai alat penangkap sinyal TV digital untuk TV yang masih analog. Pemerintah menyediakan perangkat STB secara gratis bagi masyarakat tak mampu agar dapat menerima layanan siaran televisi digital.

STB tersebut disediakan melalui dua kategori. Kategori pertama, adalah keluarga yang dikategorikan sebagai televisi nondigital milik masyarakat miskin. Perangkat itu disediakan oleh 12 penyelenggara multipleksing atau 12 lembaga penyiaran swasta. Mereka diminta menyiapkan 4,2 juta unit STB.

Kemudian apabila terdapat kekurangan STB bagi masyarakat, maka pemerintah akan membantu penyediaannya untuk masyarakat miskin. Pemerintah menyiapkan sekitar 1 juta unit STB. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak dikategorikan sebagai keluarga miskin, Menkominfo menyatakan, penyediaan perangkat STB untuk televisi yang belum digital itu dilakukan dengan pengadaan sendiri.

Halaman
1 2 3
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar