Sambut ASO, TVRI Denpasar Telah Siapkan Pemancar di Bukit Bakung dan Kintamani

Senin, 20 Juni 2022 09:39 WIB

Share
Sambut ASO, TVRI Denpasar Telah Siapkan Pemancar di Bukit Bakung dan Kintamani
Kepala Stasiun TVRI Bali Ketut Leneng saat menerima wartawan bali.poskota.co.id di ruang kerjanya, Jumat (17/6/2022) (FOTO/Edo)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id

Sosialisasi migrasi siaran televisi dari analog ke digital  atau Analog Switch Off (ASO) di provinsi Bali terus dilakukan oleh salah satu penyelenggara multipleksing (MUX) yaitu TVRI Stasiun Denpasaar. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan berbagi saluran dan melibatkan pemangku kepentingan. Namun rupanya pemahaman masyarakat tentang apa itu ASO belum maksimal.

Hal itu diakui Kepala Stasiun TVRI Bali Ketut Leneng saat menerima wartawan bali.poskota.co.id di ruang kerjanya, Jumat (17/6/2022), yang mewawancarainya terkait pelaksanaan ASO sekaligus juga terkait pemahaman masyarakat Bali tentang ASO.

Ketut Leneng mengawali penjelasannya dengan mengatakan bahwa penghentian siaran televisi analog atau yang popular disebut ASO, kini memasuki tahap satu. Pelaksanaan tahap satu ini baru dilaksanakan di tiga provinsi meliputi Riau, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Adapun Bali, sebelumnya sempat dijadwalkan pada 30 April 2022, bersamaan dengan tiga provinsi tersebut, namun Kementerian Kominfo RI membatalkan keikutsertaan Bali. Meski terjadi pembatalan, Leneng mengaku TVRI Stasiun Denpasar sebagai salah satu stasiun TV penyelenggara MUX di Bali, sesungguhnya sudah siap melaksanakan program tersebut.

“Sarana dan prasarana serta SDM nya, sebenarnya TVRI Bali telah siap, namun realitanya kami tidak masuk ASO tahap satu,” ujar Kepsta TVRI Bali, sambil menambahkan, mungkin karena masih banyak masyarakat yang pesawat televisinya belum digital atau belum memiliki Set Top Box – alat tambahan untuk TV yang belum digital.

Ketut Leneng belum bisa menjelaskan berapa jumlah kepemilikan TV digital atau berapa jumlah masyarakat yang telah membeli Set Top Box.

“Kami telah menyebar kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman dan jumlah TV digital maupun Set Top Box, dan masih dalam proses pengolahan data,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TVRI Bali telah menyiapkan dua pemancar, masing-masing di Bukit Bakung berkekuatan 5 KW dan di Kintamani berkekuatan 500 W. Kedua pemancar tersebut mampu mengcover 74 persen wilayah Provinsi Bali. Hanya beberapa lokasi masih blank spot di Kabupaten Buleleng dan beberapa lokasi di Kabupaten Karangasem yang topografinya berbukit-bukit.

Leneng menambahkan,untuk persiapan menyongsong ASO tersebut TVRI Bali sudah bersiaran 15 jam sehari dari sebelumnya hanya 4 jam. TVRI memiliki 8 saluran dan dimanfaatkan untuk program TVRI Nasional, TVRI Daerah, TVRI World dan TVRI Sport. Empat lainnya disewa stasiun TV swasta masing-masing NET, Kompas TV, Bali TV dan jawapostv.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar