Diperiksa Sebagai Saksi Dalam Kasus Gusti Ch Dula, Ini Pengakuan Anggota DPRD Yopie Widiyanti

Sabtu, 25 Juni 2022 12:14 WIB

Share
Diperiksa Sebagai Saksi Dalam Kasus Gusti Ch Dula, Ini Pengakuan Anggota DPRD Yopie Widiyanti
Anggota DPRD Manggarai Barat Yopie Widiyanti. (FOTO/ist)

LABUAN BAJO, bali.poskota.co.id –

Salah seorang anggota DPRD Manggarai Barat, Yopie Widiyanti menjalani sidang sebagai sebagai saksi untuk terdakwa Agustinus Ch Dula, Ambrosiua Sukur, dan Ramling atas kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah milik Pemda Mabar, di Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Flores - NTT.

Politisi Nasdem Mabar ini jalani sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Kupang pada, Kamis, 23 Juni 2022. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Tersangka Ramling, Aldri Dalton Ndolush saat dihubungi Media ini usai sidang digelar.

Ia menjelaskan bahwa sidang tersebut dumulai pukul 11. 00 hingga pukul 14. 00 Wita. "Tadi itu sidangnya sekitar jam 11 sampai jam 2," ujarnya.

Aldi menjelaskan bahwa dalam sidang tersebut Yopie hanya ditanyai soal statusnya sebagai pembeli dari salah satu penerima manfaat tanah ganti rugi tanah bandara dari Mujena. "Kalau Ibu Yopiekan dia pembeli dari Mujena toh," ujarnya.

Secara terpisah, Yopie Widiyanti membenarkan dirinya menjalani sidang sebagai saksi di PN Tipikor Kupang. "Ya benar (jalani sidang) ia betul (sebagai saksi dan pembeli dari Mujena)," ujarnya singkat saat dihubungi media ini usai sidang.

Sebelumnya Yopie Widiyanti pernah diminta keterangannya oleh Kejari Mabar dalam proses penyelidikan kasua ini. Dan pada Kamis malam, 13 September 2021 ia memberikan klarifikasi soal dirinya yang sempat diberitakan diperiksa oleh Kejari Mabar.

Anggota Dewan Mabar ini menjelaskan bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi oleh Kejari Mabar dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah milik Pemkab Manggarai Barat di Batu Cermin, karena ia pernah membeli sebidang tanah di atas tanah yang disebut aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Mabar (Pemkab Mabar) tersebut dari seseorang bernama Mujena.

 Ia menjelaskan bahwa kronologi pembelian sebidang tanah di Batu Cermin, Desa Batu Cermin, Kecamtan Komodo, Manggarai Barat, Flores-NTT berawal ketika keluarga dari suaminya bernama Iwan memberikan informasi soal tanah yang mau dijual oleh Mujena.

Merasa tertarik dengan informasi tersebut, Yopie berinisiatif untuk menemui langsung orang yang dipercayakan oleh Mujena yakni, Ramling. Menurutnya, Ramling berperan sebagai prantara yang tidak lain adalah keluarga Mujena sendiri.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar