Sidang Lanjutan Terdakwa Gusti Dula Kembali Digelar, Ini Pertanyaan Jaksa Kepada 3 Anggota Dewan Mabar

Sabtu, 25 Juni 2022 12:21 WIB

Share
Sidang Lanjutan Terdakwa Gusti Dula Kembali Digelar, Ini Pertanyaan Jaksa Kepada 3 Anggota Dewan Mabar
Tiga Anggota Dewan Mabar dan Mantan Sekwan saat mengikuti sidang kasus dugaan korupsi aset tana Pemda Mabat, Batu Cermin. Sidang digelar di PN Tipikor Kupang, Jumat 24 Juni 2022. (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO, bali.poskota.co.id –  

Sidang kasus dugaan korupsi aset tanah Pemda Batu Cemin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat kembali digelar di PN Tipikor Kupang NTT pada Jumat, 24 Juni 2022. Dalam siding tersebut Jaksa menghadirkan tiga saksi yang tak lain adalah anggota DPRD Manggarai barat, untuk didengar keterangannya. Mereka antara lain; Marsel Jeramun, Blasius Jeramun, dan Sale Muhidin.  

Kuasa Hukum terdakwa Ramling, Aldri Dalton Ndolish, usai sidang digelar menjelaskan bahwa selain tiga saksi yang dihadirkan dalam sidang untuk terdakwa Agustinus Ch Dula, Ambros Sukur, dan Ramling, Jaksa juga hadirkan saksi lain yakni mantan Sekwan Mabar, Alex Hariono.

Kepada media ini, Aldri menjelaskan bahwa kepada Blasius Jeramun, Jaksa melontarkan pertanyaan ihwal surat persetujuan Dewan Mabar yang ditanda tangani Blasius sebagai salah satu bukti persyaratan sehingga nilai ganti rugi bisa cair dari pihak Bandara untuk tanah ganti rugi tanah masyarakat yang diserahkan kepada pihak Bandara untuk perluasan Bandara Udara Komodo, Manggarai Barat.

Aldri menjelaskan bahwa Blasius kepada Jaksa mengaku jika dirinya menandatangani surat persetujuan tersebut lantaran berpikir jika ada dokumen paripurna sebelumnya.

Sehingga begitu dirinya menjabat sebagai ketua DPRD Mabar menggantikan Mateus Hamsi, dirinya langsung menadatangani berkas tersebut meski tidak melalui paripurna sebelumnya.

"Ditanya kenapa saudara menandatangani surat tersebut, Blasius Menjawab ya saya pikir sudah ada dokumen paripurna sebelnya sehingga tidak mesti paripurna lagi. Hanya tanda tangan saja. Karena tanda tangan itu sebagai salah satu persyaratan penting untuk cair uang ganti rugi dari pihak Bandara," ujarnya seperti dikutip Aldri.

Sementara untuk Sale Muhidin dan Marsel Jeramun dicerca dengan pertanyaan sekitar Paripurna di Dewan Mabar soal ganti rugi tanah Bandara.

Menurut Aldri, baik Marsel Jeramun dan Sale Muhidin kepada Jaksa mengakui tidak mengetahui soal surat persetujuan yang ditanda tangani sepihak oleh Blasius Jeramun.

"Marsel dan Sale Muhidin menjawab bahwa mereka tidak tahu soal surat yang ditanda tangani oleh Blasius yang menjabat sebagai Ketua DPRD Mabar pada saat itu. Mereka juga tidak mengetahui soal apakah ada paripurna atau tidak. Tapi sejauh yang mereka tahu tidak ada parpurna," ujarnya.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar