Mahir Menulis Karya Jurnalistik Tak Harus Berprofesi Sebagai Jurnalis

Minggu, 14 Agustus 2022 11:38 WIB

Share
Mahir Menulis Karya Jurnalistik Tak Harus Berprofesi Sebagai Jurnalis
Beberapa peserta pelatihan mengikuti simulasi Jumpa Pers. (FOTO/Bil)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id -

Kemahiran menulis jurnalistik tidak harus menjadi jurnalis atau wartawan. Sebab kemampuan menulis dengan baik sesuai tata yang benar, dapat membantu menyusun pola dan struktur berpikir untuk berbagai karya tulis, tak hanya karya tulis jurnalistik.

Hal itu diungkap Ketua Forkoma PMKRI Bali, Emanuel Dewata Oja, saat memberikan literasi dan pelatihan jurnalistik bagi anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Santus Paulus pada Sabtu, 13 Agustus 2022 di Margasiswa PMKRI Denpasar, Jl Thamrin Denpasar Barat.

Pelatihan jurnalistik yang melibatkan 15 orang anggota biasa PMKRI Cabang Denpasar ini merupakan bagian dari sistem pembinaan non-formal di PMKRI.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus periode 2021-2022 Inosius Pati Wedu menyampaikan, pelatihan jurnalistik merupakan pembinaan non-formal di PMKRI untuk meningkatkan kualitas kader PMKRI dalam menulis dengan baik dan benar. “Karena dengan budaya menulis dengan sendirinya akan melahirkan budaya membaca,” tambahnya

Julio selaku peserta sekaligus anggota PMKRI Cabang Denpasar,  menyampaikan apresiasi kepada DPC karena telah memfasilitasi anggotanya untuk belajar ilmu jurnalistik. "Harapannya agar semua anggota PMKRI dapat menumbukan kembangkan jurnalistik didalam diri agar menjadi jurnalis masa depan," Ungkapnya.

Pelatihan tersebut difasitatori oleh tiga Pemateri yang merupakan Alumni PMKRI Cabang Denpasar. Antara lain Emanuel Dewata Oja, mebawakan materi tentang selayang pandang media. Edo yang merupakan mantan Pemred Fajar Bali itu menyatakan  "Pengetahuan Jurnalistik merupakan pengetahuan wajib yang harus dimiki oleh seorang kader PMKRI". Ujuarnya.

Robinson Gamar, yang membahwakan materi tentang Reportase dan Teknik Wawancara. menyatakan seorang jurnalis harus mempunyai insting agar berita yang dimuat agar bisa menjadi edukasi bagai masyarakat. "Jurnalis harus memahami kode etik dan mengetahui UU pers," Ujarnya.

Faldi S. Ginta, yang membawahkan materi ketiga tentang Teknik Dasar Penulisan Berita dan Editing. Faldi, dalam penjelasanya menyatakan kemampuan    pertama yang dimiliki oleh seorang jurnalis adalah menulis dengan menulis kita seperti membaca berkali - kali.

"Seorang Jurnalis harus membaca banyak buku agar seorang jurnalis kaya dengan diksi terlebih khusus membaca sastra," Ujuarnya. (*/Bil)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar