Sandiaga : Black Champagne yang Sisebar Senator Australia Pauline Hanson Harus Dilawan
Minggu, 14 Agustus 2022 18:55 WIB
Share
Menparekraf, Sandiaga Uno. (FOTO/Ist)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan argumentasi negatif tentang Bali harus dilawan agar momentum kebangkitan pariwisata tidak terganggu oleh berita palsu.

Pernyataan Senator Pauline Hanson dari negara bagian Queensland, Australia yang mendesak pemerintah menutup penerbangan dari dan ke Bali mencuri perhatian publik setelah Pauline pada pekan lalu mengungkapkan bahwa sapi di Bali berkeliaran dengan bebas di jalanan, sehingga kotoran sapi tersebut bisa diinjak oleh orang-orang dan melekat ke pakaian dan orang tersebut sebelum mereka bepergian ke Australia.

Ungkapan salah kaprah dari seorang senator pimpinan Partai One Nation ini sontak saja mendapat respons negatif dari masyarakat Indonesia. Namun, sampai saat ini Pauline masih belum menghapus postingannya tersebut baik di Instagram maupun di saluran YouTube pribadinya.

Salah satu pejabat pemerintahan yang merespons pernyataan Pauline adalah Menparekraf, Sandi Uno. Pada sebuah postingan ulangnya tentang tanggapan sarkasme Damian Hoo, warga Australia yang menetap di Indonesia, terhadap pernyataan Senator Pauline, Sandiaga mengatakan pernyataan itu tidak berdasarkan fakta.

“Apa yang disampaikan seorang senator Australia, Pauline Hanson ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia,” tulis Sandi Uno sekitar seminggu yang lalu di akun Instagramnya.

Terbaru, usai membuka acara Ubud Village Jazz Festival di Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Gianyar, Sandi Uno mengaku sudah menerima pernyataan dari Pemerintah Australia yang mengutarakan bahwa pernyataan Pauline tidak merepresentasikan perspektif Pemerintah Australia.

“Sudah ada beberapa statement yang disampaikan secara langsung kepada saya dari Pemerintah Australia dan pernyataan tersebut tidak merepresentasikan pernyataan Australia sebagai sahabat kita, sebagai negara tetangga, dan sebagai mitra kita,” ungkap Sandiaga, Jumat (12/8/2022) malam.

Meskipun demikian, Sandiaga tetap menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan berkoordinasi melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memilih lebih fokus menangani masalah yang ada di dalam negeri sembari memberikan keterangan untuk melawan pernyataan Pauline yang salah kaprah.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -