Polda Bali Gandeng SMSI Edukasi Etika Bermedia dalam Acara Temu Netizen

Rabu, 14 September 2022 23:37 WIB

Share
Polda Bali Gandeng SMSI Edukasi Etika Bermedia dalam Acara Temu Netizen
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Emanuel Dewata Oja (kiri) bersama Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto foto bersama sebelum disela-sela kegiatan. (FOTO/Bil)

DENPASAR,bali.poskota.co.id –

Kehumasan Polda Bali untuk kedua kalinya menggandeng Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali menggelar literasi media. Kali ini mempertemukan awak media mainstream dengan para pegiat media sosial atau Netizen.

Sebelumnya yakni pada tahun 2020 silam, Polda Bali mengerahkan seluruh Humas masing-masing Polres se-Bali menggelar kegiatan serupa.

Kegiatan yang diselenggarakan tahun 2022 ini adalah dalam rangka memberikan suasana kondusif untuk menunjang rangkaian Presidensi dan menyambut G20 Summit pada November 2022 mendatang.

Dalam kegiatan itu Humas Polda Bali mengundang 31 wartawan yang berasal dari media arus utama yang berbasis di Bali maupun nasional. Sedangkan warganet yang diundang sebanyak 30 orang yang merupakan pegiat media sosial.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, pertemuan itu sekaligus menjalin tali silaturahmi antara wartawan, pegiat medsos dan tim Kehumasan Polda Bali.

"Kita berharap pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik, sampai nanti di acara KTT G20 bulan November," kata Stefanus Satake Bayu Setianto, Rabu, 14 September 2022.

Dalam kegiatan itu, Tim instruktur dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, langsung dipimpin Ketuanya, Emanuel Dewata Oja (Edo) yang sekaligus menjadi narasumber utama.

Emanuel Dewata Oja yang sehari-harinya akrab disapa Edo membawakan materi dengan judul 'Media Mainstream Era Digital'. Dalam paparannya selama lebih kurang 1 jam, direktur pemberitaan Poskota Bali ini berbagi ilmu dengan para awak media cetak maupun online serta para pegiat media social alias netizen.

Menurut dia, media dengan platform digital atau lebih dikenal media online berbeda dengan media sosial. Meskipun, dalam penelitian Universitas Prof. Dr. Moestopo bersama Dewan Pers tahun 2021 menunjukkan, media online berada di peringkat keempat atau sebesar 10,91 persen jumlah orang yang mengakses.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar