Film Dokumenter Bom Bali 2022 Karya Jurnalis Senior Sigit Purwono Diluncurkan

Jumat, 16 September 2022 18:53 WIB

Share
Film Dokumenter Bom Bali 2022 Karya Jurnalis Senior Sigit Purwono Diluncurkan
Suasana peluncuran Film dokumenter Bom Bali yang digelar di Hardcof Cafe, Jl. Raya Puputan Denpasar Jumat 16 September 2022. (FOTO/Ist)

DENPASAR, Bali.poskota.co.id

Film Dokumenter tragedi bom Bali 2022 karya Jurnalis senior Sigit Purwono, resmi diluncurkan jelang peringatan 20 tahun tragedi yang merenggut 203 korban jiwa dan 209 korban luka. Acara yang digelar oleh IJTI Bali dan AJI Denpasar ini juga mengingatkan para jurnalis untuk mengedepankan jurnalisme damai.

Sigit Purwono yang saat ini freelancer sejumlah media asing ini mengaku, karya dokumenter ini riil tanpa naskah dan tanpa reka adegan. Menurutnya seluruh scene dalam video ini merupakan kejadian yang diambil sejak kejadian 12 Oktober 2002 hingga para terpidana disidang dan tiga terpidana mati dieksekusi.

"Seluruh video ini yang saya buat dalam dokumentrr bom Bali ini semuanya riil. Saya salah satu wartawan yang meliput kejadian ini sejak awal. Saat kejadian itu saya sedang tidur dan terbangun karena di luar rumah. Saya telepon reporter saya mas Bono dan kami bawa mobil ke Kuta. Dan kami menempel ambulance sehingga masuk ke TKP. Saat itu saya gunakan camera profesional Betacam," ungkap Sigit saat peluncuran film, Jumat (16/09/2022).

Sigit juga menceritakan pengalaman seputar mengabadikan gambar tragedi 20 tahun yang lalu itu. Sigit juga mengaku, dalam akun YouTube Bom Bali 2002 itu terdapat 90 video.

"Pengalaman saat itu sangat memang mengerikan. Karena Legian itu terlihat rata. Apalagi di kamar jenazah, waktu itu belum ada masker jadi baunya sangat menyengat. Jumlah video yang saya uppload ke YouTube sebanyak 90 video, tapi salah satu video statemen Abubakar Baazir ditakedown oleh Youtube," tuturnya.

Menurutnya, menjadi jurnalis terkadang dihadapkan pada pilihan antara menolong atau menjalankan tugas. Tapi karena saya bertugas sebagai cameraman ya harus ambil gambar.

"Hal yang membuat saya berpikir antara kemanusiaan menolong korban atau mengambil gambar. Karena saya cameraman jadi saya putuskan jalankan tugas," ujarnya.

Pemutaran film dokumenter Bom Bali 2022 yang digelar di Hardcof Cafe, Jl. Raya Puputan Denpasar itu dihadiri sejumlah saksi mata. Salah satu dokter forensik RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit turut hadir dan sejumlah jurnalis senior ikut mencetakan pengalaman meliput peristiwa Bom Bali 2002.

"Film dokumenter ini membuat saya bernostalgia ketika mengidentifikasi 203 jenazah. Tapi ada 3 jenazah yang tidak berhasil diidentifikasi. Saat itu kami tiga orang dokter forensik Sanglah dan ini kejadian pertama. Sehingga pengalaman baru dan mengidentifikasi ratysan jenazah itu, tapi berkat bantuan pemberitaan media sehingga data antemortem korban dari luar negeri itu membantu kami untuk identifikasi post mortem," tutur dr. Alit.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar