Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Lahan Oleh Oknum Dewan Matim Terus Bergulir, Ini Kata Kuasa Hukum Pelapor

Jumat, 16 September 2022 18:39 WIB

Share
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Lahan Oleh Oknum Dewan Matim Terus Bergulir, Ini Kata Kuasa Hukum Pelapor
Kuasa Hukum Martinus Wika (pelapor), Hans Selatan. (Foto: facebook Hans Selatan)

LABUAN BAJO, bali.poskota.co.id –

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan lahan di Boe Batu, Manggarai Barat yang diduga dilakukan oleh oknum DPRD Manggarai Timur, Jafar Petrus terus Bergulir di Polre Mabar. Kuasa hukum pelapor Martinus Wika, Hans Selatan menjelaskan bahwa Polisi sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus tanah yang penerima manfaatnya ada 23 orang.

Hans menjelaskan bahwa selama ini polisi teruas memeriksa saksi saksi dari pelapor. "Masih pemeriksaan saksi saksi pelapor. Ada 7 orang yang menjadi klien saya. Tidak ada kendala dalam penanganan kasus ini," ujarnya saat ditemui di Manggarai Barat pada Jumat, 16 September 2022.

Sebelumnya Kasat Reskrim AKP Ridwan saat ditemui media ini di Polres Mabar pada Selasa, 18 Juli 2022 menjelaskan bahwa pihaknya akan serius menangani kasus ini dengan memanggil 18 saksi sebagai penerima manfaat.

18 saksi yang akan dimintai keterangannya oleh penyidik yakni para pihak yang merupakan penerima manfaat dan lahannya diduga digelapkan oleh JP yang tak lain adalah oknum anggota DPRD Matim. "Minimal yang memiliki hak penerimaan ada 18 orang itu kita sudah mulai panggil," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam waktu kedepan, Polres Mabar akan mengatur waktu untuk menghadirkqn para saksi dari 18 orang ini secara maraton. "Tinggal kita atur waktunya satu hari 2 orang atau 1 hari 4 orang tergantung waktu penyidik punya waktu luang. Kan itukan ditangani kasi Pidum Langsung," ujarnya.

Ridwan menjelaskan bahwa sampai sejauh ini sudah ada 2 saksi yang dipanggil untuk memberikan keterangan. Menariknya, Kasat Ridwan justru kaget karena baru tahu jika Laporan Polisinya tanggal 13 Desember 2021.

"Tidak itu (laporan polisi tanggal 13 Desember 2021, red), pengaduannya baru itu. Kalau saya tidak salah pas masa transisinya saya," ujarnya.

Ridwan Kaget seteleh wartawan media ini menunjukan foto surat laporan polisi tanggal 13 Desember 2021.

"Mana mana coba saya lihat, oh ia nanti saya cek lagi," ujar Kasat Ridwan yang baru dilantik jadi Kasat pada Kamis 26 Mei 2022 lalu.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar