DPRD Bali Tetapkan Empat Ranperda jadi Perda, Gubernur Koster Sampaikan Apresiasi

Minggu, 18 September 2022 15:51 WIB

Share
DPRD Bali Tetapkan Empat Ranperda jadi Perda, Gubernur Koster Sampaikan Apresiasi
Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Ketua dprd bali, Adi Wiryatama saat memasuki ruang sidang DPRD Bali. (FOTO/Bil)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id -

Melalui Sidang Paripurna ke-32 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyetujui dan menetapkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

Sidang paripurna yang membahas mengenai persetujuan empat ranperda tersebut dilaksanakan di gedung DPRD Provinsi Bali, pada hari Jumat (16/9/2022).

Adapun empat ranperda yang disetujui untuk dijadikan perda oleh Dewan Bali dalam agenda sidang tersebut, antara lain meliputi : Ranperda tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar, Raperda tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Provinsi Bali, Raperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah dan Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2022 dan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Perusahaan Umum Daerah Kerthi Bali Santhi.

Adapun keputusan Dewan Bali dalam menyetujui empat ranperda tersebut dilatarbelakangi oleh alasan-alasan yang disampaikan oleh beberapa perwakilan Dewan Bali pada agenda sidang paripurna tersebut.

Terkait dengan penyusunan ranperda Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar, DPRD Provinsi Bali mengatakan bahwa terdapat tiga (3) alasan mengapa Ranperda itu harus disusun dan dijadikan produk hukum (perda)

"Penyusunan Raperda Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar ini, bertujuan antara lain : 1. Memberikan pengetahuan dan mengubah sikap serta perilaku masyarakat untuk mendukung Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar, 2. Mewujudkan keseimbangan ekosistem dalam upaya pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar, 3. Melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan adat, serta kearifan lokal  masyarakat Bali selaras dengan visi 'Nangun Sat Kerti Loka Bali' yakni 'Wana Kertih' yang dimaknai dan dilaksanakan melalui ritual Tumpek Uye dan Tumpek Wariga, untuk memuliakan kehidupan Tumbuhan dan Satwa Liar, sebagai upaya menjaga, memelihara, dan melestarikan secara berkelanjutan terhadap Tumbuhan dan Satwa Liar sehingga tidak mengalami kepunahan, dan bermanfaat bagi kehidupan Krama Bali," ujar I Gusti Putu Budiarta selaku perwakilan DPRD Bali.

Selanjutnya, Raperda tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Provinsi Bali yang disampaikan oleh Ketut Tama Tenaya. Ia menjelaskan bahwa Raperda tersebut merupakan usul dari Gubernur dan selanjutnya DPRD Provinsi Bali melakukan tahapan kajian dan analisis.

“Raperda tersebut disusun dengan tujuan untuk memberikan pedoman bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan masyarakat dalam mengatur penyelenggaraan cadangan pangan di wilayahnya. Mempermudah dan meningkatkan akses pangan bagi masyarakat yang mengalami darurat dan krisis pangan akibat bencana alam dan bencana sosial,” tuturnya.

Selanjutnya Ranperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah disampaikan oleh Ketut Rochineng.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar