Dewan Mabar Geram Soal Dana Nakes 32 Miliar, Ancam Seret Kabag Keuangan

Sabtu, 19 November 2022 13:24 WIB

Share
Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi Hanura, Blasius Janu (FOTO:Rio)
Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi Hanura, Blasius Janu (FOTO:Rio)

LABUAN BAJO, baliposkota.co.id –

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Barat (DPRD Mabar) geram dengan sikap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) yang bersikap masa bodoh dengan tidak membayarnya jasa pelayanan  kesehtan untuk para tenaga kesehtan (Jaspel Nakes) di RSUD Pratama Komodo selama pande Covid - 19 sejak 2020 hingga 2022 atau selama 2 tahun.

Bagaimana tidak, dana senilai 32 milir yang dialokasihkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipergunakan untuk jasa pelayanan para Nakes di RSUD Komodo tak kunjung dibayar oleh Pemda Mabar dengan dalil belum ada regulasi yang mengatur.

Padahal para Nakes sudah bertaruh nyawa dalam melayani pasien Covid bahkan mereka pun dijauhkan dari keluarga. Sayang Pemda Mabar, justeru abaikan semua perjuangan mereka.

Anggota komisi III DPRD Mabar dari Partai Hati Nurani Rakyat, Blasius Janu mengaku kesal dengan sikap Pemda Mabar yang terkesan masa bodoh. Menurutnya, sikap Pemda Mabar sangat memalukan karena tak kunjung menyerahkan uang jaspel Nakes yang sudah menjadi hak para Nakes di RSUD Komodo.

"Itukan uang mereka yang dialokasikan dari pusat bukan dari daerah. Kenapa tidak dibagikan saja gitu loh. Jangan bikin malu. Ini memalukan sekali. Para medis ini sudah bekerja dan berjuang untuk tangani pasien Covid jadi tolonglah jada mereka. Sekali lagi tolong Pemda Mabar jangan bikin malu " ujarnya Senin. 14 November 2022 di Labuan Bajo.

Blasius Janu menjelaskan bahwa sesungguhnya Dewan Mabar sudah berkali kali meggelar rapat dengan Pemda Mabar, Direktur RSUD Komodo untuk meminta kepada Pemda Mabar agar segera membayar uang senilai 32 miliar dari dari Kemenkes yang ditipkan Pemda Mabar.

"Kami sudah panggil berkali kali itu Kabag keuangan si Pinto itu. Katanya ia ia kami segera bayar. Padahal kenyataannya sampai sekarang belum bayar juga. Inikan memalukan. Kok Pemda di pariwisata Super Premium kok kayak Supermie," ujarnya dengan nada kesal.

Dewan Mabar berkomitmen untuk segera memanggil kepala bagian keuangan Pemda Mabar untuk meminta pertanggug jawabannya soal dana Nakes 32 miliar yang dititipkan di Daerah Mabar. "Dalam waktu satu dua hari kedepan ini kami akan panggil itu Kabag Keuangan untuk meminta pertanggung jawaban soal dana 32 miliar itu. Kasiankah para Medis ini," ujarnya.

Blasius Janu menegaskan bahwa Dewan Mabar juga akan mengecek secara serius apakah uang tersebut masih ada atau kah sudah dipakai untuk keperluan lain. "Dana Nakes itu tidak boleh dipakai untuk keperluan lain. Itu harus fokus pada jasa pelayanan Nakes " ujarnya. (*/Rio)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar