UU Desa Diusulkan Direvisi, Budiman Sujatmiko Minta Kades Harus Ikut Pendidikan Lemhanas

Rabu, 14 Desember 2022 22:07 WIB

Share
Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko (kiri) saat diskusi tentang Implementasi Undang-undang Desa bersama Ketua Umum Apdesi Arifin Abdul Majid (kanan) dan moderator Dr.Taufiqurrokhman (kanan) di Jakarta, Selasa 13 Desember 2022 (Foto: Ist)
Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Budiman Sudjatmiko (kiri) saat diskusi tentang Implementasi Undang-undang Desa bersama Ketua Umum Apdesi Arifin Abdul Majid (kanan) dan moderator Dr.Taufiqurrokhman (kanan) di Jakarta, Selasa 13 Desember 2022 (Foto: Ist)

JAKARTA, Bali.poskota.co.id –

Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Budiman Sudjatmiko mengusulkan agar para kepala desa (Kades) dapat mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dalam upaya meneguhkan wawasan kebangsaan serta meningkatkan kemampuan “leadership” (kepemimpinan) mereka.

Usulan itu disampaikannya ketika menjadi narasumber saat diskusi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dengan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) terkait implementasi UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa di Jakarta, Selasa (13/12/2022).

Diskusi dalam rangkaian rapat kerja pengurus SMSI Pusat dan DKI Jakarta dibuka oleh Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus. “Wawasan kebangsaan sangat penting, sehingga ke depan para Kades perlu mengikuti pendidikan di Lemhannas,” ujar Budiman yang juga Ketua Dewan Pertimbangan SMSI itu.

Ia berpandangan, saat ini rasa kebangsaan sudah mengalami degradasi seiring dengan menguatnya dampak negatif globalisasi di tengah masyarakat Indonesia. “Menguatkan wawasan kebangsaan ini bagian dari upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) termasuk kepemimpinan para Kades,” ujarnya.

Soal SDM, menurut Budiman memiliki peranan penting untuk membangun desa selain sumber daya alam (SDA). “Baik hardskill maupun softskill ke depan harus dikuasai oleh para Kades agar mereka mumpuni dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” katanya.

“Kemudian perlu pula adanya kerjasama dengan perguruan tinggi yang berada di dekat desa atau dekat dengan wilayah desa tersebut, lalu disiapkan adanya anggaran desa, khusus untuk beasiswa bagi anak desa berprestasi. Intinya kesemua itu untuk membangun SDM di desa,” tandasnya.

Khusus untuk membangun SDM desa, ia pun berjanji akan terus memperjuangkannya, antara lain melalui revisi UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa.

Eks Anggota Komisi II DPR-RI yang pernah menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Desa ini juga menjelaskan perjuangan lahirnya UU Desa yang berbuah manis Dana Desa dari APBN.

“Revisi UU Desa ini sangat penting agar ada anggaran khusus untuk membangun SDM desa, sementara Dana Desa lainnya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur dan lain-lain,” jelas Budiman didampingi Dr. Taufiqurrokhman (dosen Universitas Prof. Dr. Moestopo) selaku moderator.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar