Keuskupan Denpasar Tambah Empat Imam Baru, Tahbis 27 Januari

Senin, 19 Desember 2022 07:48 WIB

Share
Foto bersama panitia pentahbisan usai rapat perdana di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (17/12/2022). (foto/Ist/apl)
Foto bersama panitia pentahbisan usai rapat perdana di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (17/12/2022). (foto/Ist/apl)

DENPASAR,Bali.poskota.co.id -

Kabar gembira datang dari Keuskupan Denpasar di akhir tahun 2022. Keuskupan yang meliputi wilayah Provinsi Bali dan NTB, melalui tangan Uskup Denpasar, Mgr Dr Silvester San akan mentahbiskan empat (4) imam baru di wilayah keuskupan awal tahun, tepatnya 27 Januari 2023 di Gereja Katedral Roh Kudus, Denpasar. Selain momentum pentahbisan imam, Uskup juga mengumumkan kepada umat Sinode ke V Keuskupan Denpasar tahun 2023.

Dua Kabar gembira ini disampaikan Ketua Umum Panitia Pentahbisan Empat Imam Baru, RD Herman Yoseph Babey, saat memimpin rapat perdana panitia di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, Sabtu (17/12/2022).

“Bapa Uskup Denpasar telah menentukan Gereja Roh Kudus Katedral sebagai lokasi Pentahbisan Imam 2023 dan Promulgasi Sinode ke V Keuskupan Denpasar,” ucap Romo Babey.

Menurut Pastor Paroki Katedral Denpasar ini, dipilihnya katedral sebagai tempat pentahbisan karena Takhta Uskup ada di Katedral.

“Biasanya peristiwa penting seperti ini Bapa Uskup mengumumkan dari Istana Keuskupan (kediaman uskup). Karena di Katedral ada Takhta Uskup, maka pentahbisan imam baru dan promulgasi Sinode ke V dilaksanakan dari Takhta Uskup, yakni di Gereja Katedral,” jelas Romo Babey.

Keempat diakon yang ditahbiskan yakni Diakon Yohanes I Made Mahesta Perdana praktik di Paroki Tuka, Dalung. Diakon Damianus Yoga Okta Langi pratek Diakonat Sumbawa Besar. Diakon Yulius Kehi pratek Diakonat Gianyar Diakon Johan Farrel Castil pratek Diakonat Singaraja

Terkait kehadiran umat saat upacara pentahbisan imam baru, Ketua Pelaksana Alex Vitalis menambahkan, mengingat masih situasi pandemi Covid-19 yang belum pulih betul kehadiran umat dibatasi.

“Walau situasi pandemi mulai membaik, kita tetap waspada dan selalu antisipasi.Tidak semua umat bisa hadir. Perwakilan dari konggregasi juga kita batasi. Kehadiran keluarga imam baru menjadi prioritas. Panitia tetap menerapkan protokol kesehatan untuk kenyamanan bersama,” pungkas Alex Vitalis. (*/W-49)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar