Polres Mabar Gelar Rekonstruksi Kasus Pengroyokan di Waterfront, Ada 24 Adegan

Sabtu, 24 Desember 2022 13:24 WIB

Share
Salah seorang tersangka kasus dugaan pengeroyokan di Waterfront Labuan Bajo melakukan salah satu adegan pengeroyokan saat dilakukan rekonsruksi. (FOTO/Rio)
Salah seorang tersangka kasus dugaan pengeroyokan di Waterfront Labuan Bajo melakukan salah satu adegan pengeroyokan saat dilakukan rekonsruksi. (FOTO/Rio)

LABUAN BAJO,Bali.poskota.co.id -

Polres Mabar menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Waterfront Marina pada Kamis, 23 Desember 2022 sekitar pukul 13. 00 Wita. Proses reka ulang adegan pembunuhan yang dilakukan oleh 5 orang tersangka yang menyebabkan korban Martinus Jeminta (29) tewas di tempat usai dikeroyok, berjalan dengan lancar.

Kasat Reskrim Polres Mabar AKP Ridwan melalui Kanit Pidum, I Puta Eka menjelaskan bahwa rekonstruksi ini digelar untuk menyesuaikan antara keterangan pelaku saat di-BAP dan apa yang terjadi dilapangan. "Ini (rekon) untuk menyesuaikan keterangan mereka saat kita periksa dan apa yang terjadi dilapanagn " ujarnya usai rekon digelar.

Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan ini, Kejari Mabar juga hadir diundang oleh Polres Mabar karena berkas perkaranya sudah p19. Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Vendi menjelaskan bahwa pihaknya hadir karena diundang oleh Polres Mabar.

Senada dengan Kanit Pidum Polres Mabar, Putu Eka, Vendi menjelaskan bahwa sesungguhnya rekon ini digelar untuk mengetahui secara persis bagaimana kasus pembunuhan itu terjadi. Sehingga antara keterangan korban saat diperiksa oleh penyidik dan apa fakta lapangan itu sama.

Ia menjelaskan bahwa pun ada keterangan pelaku yang tidak sesuai antara BAP dan adegan dilapangan, maka tetap fakta persidangan yang menjadi acuan dalam memutuskan perkara nantinya di pengadilan.

Pantauan media ini dilapangan bahwa ada 24 adegan yang dijalankan oleh 5 orang tersangka dalam menghabisi nyawa korban. Adegan itu dimulai dengan bagaimana awal mulanya 5 orang tersangka bercecok mulut dengan saksi lain kabur.

Saksi lain yang dimaksud adalah orang pertama yang menjadi pemicu kemaraham 5 orang tersangka. Saksi lain ini yang mendahului tindakan pemukulan dengan menggunakan helm yang mengarah kekepala tersangka Agil.

Usai saksi lain ini memukul tersangka Agil, ia pun langsung kabur dan dikejar oleh tersangka lain namun langsung menghilangm sementara tersangka Agil, usai kena pukulan dengan menggunakan helm langsung pusing.  Adegan ini ada 10. Pada adegan ke 10, korban Martinus Jeminta yang hendak datang melerai namun disambut dengan kejaran oleh tersangka Abdul Rahman dan Fadli.

Pada adegan 11 sampai dengan adegan 13 itu para tersangka mengejar saksi lain dan korban. Adegan ke 14, tersangka Abdul Rahman alias AR ini mendapati korban dan langsung membantingnya hingga jatuh.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar