Politisi Bali Menduga Gubernur Koster Tak Akan Berani Menentang Megawati yang Menolak Bandara Bali Utara

Rabu, 18 Januari 2023 20:37 WIB

Share
Dosen Fisipol Universitas Warmadewa, Drs. I Nyoman Wiratmaja, M.Si (FOTO/Dokumen Poskota)
Dosen Fisipol Universitas Warmadewa, Drs. I Nyoman Wiratmaja, M.Si (FOTO/Dokumen Poskota)

DENPASAR, Bali.poskota.co.id -

Rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng, bakal patah arang. Rencana pembangunan Bandara tersebut yang sudah digulirkan sejak kurang lebih enam tahun lalu, saat Gubernur Bali masih dijabat Made Mangku Pastika, bisa jadi akan tinggal wacana setelah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri secara tiba-tiba menyatakan penolakannya terhadap rencana bandara Bali Utara tersebut.

Agak janggal memang, karena seorang ketua umum partai tiba-tiba bersuara lantang menolak pembangunan bandara tersebut yang seharusnya hanya menjadi ranah Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali. Lagian, selama rencana itu bergulir, Fraksi PDIP baik di Provinsi Bali maupun di kabupaten Buleleng belum pernah menyatakan tidak setuju rencana tersebut. 

Terkait penolakan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri tersebut, Pengamat Politik Universitas Warmadewa Denpasar, Drs Nyoman Wiratmaja, M.Si dan politisi senior Bali yang tak lain adalah Ketua Umum Partai PKN, Gde Pasek Suardika angkat bicara.

Dihubungi secara terpisah pada Rabu 18 januari 2023, kedua tokoh tersebut, sama-sama melempar komentar miring.

Gde Pasek Suardika misalnya, saat diminta konfirmasi dan komentar melalui pesan WhatsApp terkait sikap Megawati yang menolak pembangunan Bandara, awalnya hanya membalas dengan mengirim emoji tertawa. Namun ketika disodorkan pertanyaan lain; Pak Ketua PKN kan bisa menhatakan hal yang sama, Pasek membalas, ‘Nanti saja kalau sudah pegang kuasa kita perjuangkan kembali,’ tulisnya lewat pesan WhatsApp.  

Hampir sama dengan Pasek Suardika yang hanya tertawa dan berkomentar singkat, pengamat politik yang juga dosen Fisipol Universitas Warmadewa, Drs Nyoman Wiratmaja, M.Si juga hanya berkomentar singkat.

Sambil mengirim emoji tertawa, Wiratmaja menegaskan, apa yang disampaikan Megawati tersebut susah ia jelaskan. ‘Susah dijelaskan, karena urusan formalnya tidak ada, tetapi kekuasaannya untuk mengatur bahkan mencabut nyawa pembuat policy sangat besar,’ tulis Wiratmaja membalas pesan WhatsApp.

Ketika ditanya, apa yang seharusnya disikapi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, dalam kapasitas sebagai gubernur Bali menyikapi penolakan Megawati tersebut, Wiratmaja kembali menjawab singkat.

‘Yang pasti dia (Gubernur Koster) tidak akan berani bersikap untuk menentang wacana itu. Semestinya kalau memang ada kajian kelayakannya mestinya tinggal diungkapkan saja, mengapa dibutuhkan dan apa manfaatnya untuk Bali,’ tulis Wiratmaja.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar