Terkait Penolakan Bandara Bali Utara, Megawati Dinilai Kebablasan, Maka tak Perlu Dihiraukan

Rabu, 18 Januari 2023 10:09 WIB

Share
Pengamat politik dan Dekan Fisip Undiknas Denpasar, DR Nyoman Subanda. (FOTO/Dokumen Poskotabali)
Pengamat politik dan Dekan Fisip Undiknas Denpasar, DR Nyoman Subanda. (FOTO/Dokumen Poskotabali)

DENPASAR, 

Rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng, bakal patah arang. Rencana pembangunan Bandara tersebut yang sudah digulirkan sejak kurang lebih enam tahun lalu, saat Gubernur Bali masih dijabat Made Mangku Pastika, bisa jadi akan tinggal wacana setelah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri secara tiba-tiba menyatakan penolakannya terhadap rencana bandara Bali Utara tersebut.

Agak janggal memang, karena seorang ketua umum partai tiba-tiba bersuara lantang menolak pembangunan bandara tersebut yang seharusnya hanya menjadi ranah Pemerintah Pusat dan Provinsi Bali. Lagian, selama rencana itu bergulir, Fraksi PDIP baik di Provinsi Bali maupun di kabupaten Buleleng belum pernah menyatakan tidak setuju rencana tersebut.  

Terkait penolakan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri tersebut, Pengamat Politik DR Nyoman Subanda menegaskan bahwa pernyataan Megawati tersebut sudah sangat kebablasan alias overlap. “Megawati itu sudah di luar koridor. Sebenarnya wajar saja dia sebagai partai politik apalagi ada darah Balinya. Peduli itu wajar. Tetapi kalau sudah menyangkut ranah kebijakan public, ya Megawati sudah keluar dari koridor,’ ujar Subanda yang dimintai tanggapannya Rabu 18 januari 2023.

Menurut Subanda, Bandara di Buleleng itu sdah ada kajian ilmiahnya. Sudah juga dikaji dari segi social ekonomi dan aspek teknis sampai sempat menjadin agenda nasional. “Apalagi kalau benar Megawati bilang akan panggil Wayan Koster. Lha, dalam konteks itu, pak Wayan Koster bukan petugas partai, maka dia hanya boleh tunduk pada perintah Presiden sebagai penanggungjawab kebijakan public,’ ujarnya.

Karena itu kata Subanda, Presiden maupun Gubernur Bali tidak perlu takut pada apa yang disampaikan Megawati tersebut. ‘Saya kira pak Presiden tidak akan takutlah untuk tunduk pada Megawati dalam urusn bandara Bueleng ini. Memang Megawati itu Siapa? Dalam artian dalam konteks Indonesia. Kalau dimintai pertimbangan sebagai mantan Presiden ya sama saja posisinya dengan beberapa mantan Presiden yang lain,’ kata Subanda.  

Sebagaimana diberitakan beberapa media beberapa hari lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri marah ketika mengetahui ada rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kabupaten Buleleng, Bali. Ia menilai pembangunan bandara tersebut tidak strategis. Menurutnya, proyek bandara baru di Pulau Dewata tersebut juga hanya buang-buang duit.

"Waktu (rencana mau) dibangun lagi (bandara) di Buleleng. Kan saya bilang keluarga besar saya di sana. Mau dibikin lapangan terbang, ngamuk saya. Saya panggil Pak Koster (Gubernur Bali) enak saja, aku bilang, hanya untuk ngubungin pariwisata, enggak gitu," kata Megawati saat memberikan pengarahan dalam kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Senin (16/1).

Megawati mengatakan Presiden Joko Widodo lantas mendengar dirinya marah dengan rencana proyek bandara Bali Utara tersebut. Ia pun menitipkan pesan kepada Sekretaris Kabinet Pramono Anung bahwa dirinya menolak keras proyek bandara itu.

"Akhirnya Bapak Jokowi itu dengar, enggak tahu (dengar) dari mana. Saya bilang sama Pram (Pramono Anung), Pram tolong banget ini atas nama warga Bali. Aku bilang jangan hanya mikirin diri sendiri, Pulau Bali ini saumprat, tahu enggak. Penduduknya hanya berapa, terus yang mau didatangi ke sini hanya investor doang," ujarnya.

Presiden ke-5 RI itu menyebut penolakan proyek bandara Bali Utara tersebut bukan untuk menunjukkan kekuatan. Ia mengklaim hanya ingin melindungi kepentingan rakyat, khususnya masyarakat Bali.

"Nanti dibilang, oh ibu menunjukkan kekuatannya lagi. Haduh. Orang ini untuk rakyat kok. Kenapa, untuk apa sih saya nanya. Eh didatangkan Bapak Koster, bapak wakil, terus Bapak Menteri waktu itu masih Wishnutama ke rumah saya. Saya kaget, saya melihat hanya untuk apa, hanya untuk membujuk saya," ujarnya.

"Loh, saya kalau sudah digituin. Enggak gitu, saya mewakili rakyat Bali. Kenapa sih? Kebayang enggak buang-buang duit-duit melulu, mau dijadikan hub, enggak aku bilang, saya bilang, kalau enggak percaya panggil saja menterinya," ujarnya.

Megawati mengaku dirinya juga sempat bertanya kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait rencana pembangunan bandara baru di Pulau Dewata.

"Saya nanya kepada bapak Budi Karya, sebenarnya Ngurah Rai itu kenapa toh, kalau runway-nya dibikin satu lagi. Coba, pertanyaannya sekarang kalau ada di Buleleng, dengan pandemi kemarin sampai sekarang ini ndak mabuk itu. Siapa yang mau naik dari sana. Coba pikirin," katanya. (*/W-49)

Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar