Hasil Survei Nasional Algoritma Research & Consulting, Ganjar Tak Terkejar, Penolakan Untuk Puan Maharani  Juga Tertinggi

Rabu, 25 Januari 2023 13:36 WIB

Share
Direktur Riset dan Program Lembaga Riset dan Konsultansi Politik ALGORITMA Fajar Nursahid (tengah) saat mempresentasi hasil survei. (FOTO/Lis)
Direktur Riset dan Program Lembaga Riset dan Konsultansi Politik ALGORITMA Fajar Nursahid (tengah) saat mempresentasi hasil survei. (FOTO/Lis)

JAKARTA,Bali.poskota.co.id -

Direktur Riset dan Program Lembaga Riset dan Konsultansi Politik ALGORITMA Fajar Nursahid menyampaikan bahwa proyeksi angka elektoral untuk figur calon presiden dan calon wakil presiden (capres & cawapres) cenderung tidak banyak berubah pascapenetapan partai politik peserta pemilu pada Desember lalu.

Dalam keterangan pers lembaga riset tersebut yang diterima Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Rabu (25/1/2023) menyebutkan, beriringan angka-angka elektoral tersebut masih dibayang-bayangi oleh potensi resistensi elektoral dari calon pemilih baik terhadap figur capres & cawapres maupun kepada partai politik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Fajar merujuk pada survei nasional yang baru saja dirilis oleh lembaganya tersebut.

Pada survei nasional yang dilakukan ALGORITMA Research and Consulting ini tiga nama masih konsisten menempati posisi elektoral tertinggi yaitu secara berurutan untuk capres adalah Ganjar Pranowo (25,1%), Anies Baswedan (18,7%) serta Prabowo Subianto (16,6 %). Ketiga nama tersebut memimpin bursa elektoral.

“Jarak dengan nama-nama di urutan bawahnya cukup besar. Yang terdekat adalah Ridwan Kamil di angka elektoral 7,2% poin serta Sandiaga Salahudin Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan angka sama 2,3% poin. Namun ada tingkat volatilitas kemungkinan berubah pilihan yang cukup signifikan terkonfirmasi pada nama-nama yang memuncaki elektabilitas, sehingga dinamika persaingan masih akan sangat terbuka,” terang Fajar.

Sementara untuk cawapres ada empat nama yang memiliki peluang elektoral yang besar yaitu Ridwan Kamil (11,8%), Sandiaga Uno (7,4%), Erick Thohir (6%), serta Agus Harimurti Yudhoyono (5,6%%).

Survei juga memuat simulasi nama-nama bakal calon Presiden yang dibuat berhadapan secara “head to head” --baik secara nama tunggal maupun berpasang-pasangan.

Berdasarkan simulasi tiga nama tunggal, jika pemilu menyisakan tiga nama (Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan), elektabilitas Ganjar Pranowo adalah 33%; unggul atas Anies Baswedan (26,8%) dan Prabowo Subianto (24,1%). kendati demikian, masih terdapat sekitar 15% masyarakat yang belum terbuka dengan pilihannya.

Dari skenario simulasi berpasangan tiga atau dua pasang calon, nampak determinasi Ganjar Pranowo relatif kuat berpeluang memenangi pasangan kandidat lain. Namun demikian, terdapat temuan menarik dimana elektabilitas Ganjar justru akan turun ketika dipasangkan dengan Puan Maharani.

Halaman
Reporter: Admin Bali
Editor: Admin Bali
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar